Glosarium istilah

Berdasarkan Lampiran A buku “Due Diligence of a Layer 2 – The Bitcoin Hyper Case” karya Michele Stefanelli. 33 istilah dalam 12 kategori.

33 istilah

Anchoring

Penyelesaian

Penerbitan state commitment sebuah rollup secara berkala ke lapisan dasar Bitcoin (L1). Penjangkaran mencatat state commitment dan memungkinkan perubahan sesudahnya terdeteksi; dengan sendirinya, penjangkaran itu tidak menjamin kebenaran state, ketersediaan data, maupun keamanan bridge.

Bab 11–12

OP_RETURN

Bitcoin L1

Kode operasi (opcode) pada skrip Bitcoin yang memungkinkan penyertaan data sembarang hingga 80 byte di dalam transaksi, sehingga output yang dihasilkan terbukti tidak dapat dibelanjakan. Kode ini dapat dipakai untuk menjangkarkan state commitment.

Bab 12

Taproot

Bitcoin L1

Pemutakhiran Bitcoin (BIP 341/342, aktif sejak November 2021) yang memperkenalkan tanda tangan Schnorr dan MAST. Pemutakhiran ini memperbaiki privasi, efisiensi, serta keluwesan skrip, dan relevan bagi mekanisme penjangkaran yang lebih efisien.

Bab 12

UTXO

Bitcoin L1

Unspent Transaction Output. Model pembukuan Bitcoin: alih-alih “akun”, yang ada adalah “output yang belum dibelanjakan” dengan nilai tertentu. Model ini berbeda dari model berbasis akun yang dipakai SVM dan Ethereum.

Bab 1

Rollup

Layer 2

Solusi Layer 2 yang menjalankan transaksi off-chain lalu secara berkala menerbitkan bentuk terkompresi dari state ke lapisan dasar (L1). Solusi ini memadukan skalabilitas off-chain dengan keamanan yang diwarisi — sesuai model yang dipakai — dari L1.

Bab 4–6

Sidechain

Layer 2

Blockchain terpisah yang terhubung ke L1 melalui bridge. Keamanannya terutama bergantung pada mekanisme konsensusnya sendiri dan pada konstruksi bridge, bukan langsung pada keamanan L1.

Bab 4

Validium

Layer 2

Arsitektur yang mendekati rollup, tetapi data yang dibutuhkan untuk merekonstruksi state disimpan di luar L1. Model ini dapat menekan biaya dan menaikkan kapasitas, tetapi menambah asumsi soal ketersediaan data: bila datanya tidak dapat diakses, pengguna bisa kehilangan kemampuan memverifikasi state atau menarik dananya.

Bab 14

Optimistic Rollup

Layer 2

Rollup yang secara implisit menganggap transisi state sudah benar — dari situlah nama “optimistic”. Model ini bertumpu pada fraud proof, yang memungkinkan transisi yang keliru digugat dalam jendela waktu tertentu — umumnya tujuh hari pada Ethereum.

Bab 6

ZK Rollup

Layer 2

Rollup yang memakai bukti validitas — kerap berbasis kriptografi zero-knowledge — untuk menunjukkan bahwa transisi state mematuhi aturan protokol. Model ini dapat memperpendek waktu konfirmasi dibanding Optimistic Rollup, meskipun finalitas sesungguhnya di sini pun bergantung pada L1 dan konstruksi sistemnya.

Bab 6

SVM (Solana Virtual Machine)

Eksekusi

Lingkungan eksekusi (runtime) yang dikembangkan Solana Labs. Lingkungan ini memungkinkan transaksi dijalankan secara paralel, dengan syarat setiap transaksi menyatakan secara eksplisit akun yang dipakainya. Menurut proyek, Bitcoin Hyper memakainya sebagai lingkungan eksekusi.

Bab 7–8

Sealevel

Eksekusi

Mesin pemrosesan paralel di dalam SVM. Sealevel menelaah akun yang dinyatakan setiap transaksi lalu memungkinkan transaksi yang tidak saling tumpang-tindih dijalankan secara paralel. Sealevel adalah salah satu komponen penentu kapasitas Solana dan — menurut proyek — arsitektur yang direncanakan untuk Bitcoin Hyper.

Bab 8

Anchor

Eksekusi

Framework berbahasa Rust untuk mengembangkan program SVM. Framework ini menyediakan makro, konvensi, dan perkakas pengujian yang menyederhanakan pengembangan di Solana. Menurut proyek, Bitcoin Hyper akan menyediakan toolchain yang setara; kompatibilitas nyatanya masih harus diverifikasi.

Bab 9

SPL (Solana Program Library)

Eksekusi

Pustaka program baku untuk SVM: token (SPL Token), staking, tata kelola, dan lainnya. Menurut proyek, Bitcoin Hyper mengupayakan kompatibilitas dengan SPL sehingga token dan program Solana dapat dipakai ulang.

Bab 9

Sequencer

Pengurutan

Komponen rollup yang mengurutkan transaksi sebelum dieksekusi. Operator sequencer dapat menentukan urutan itu, dengan dampak pada MEV dan sensor. Saat Bitcoin Hyper diluncurkan, komponen ini akan tersentralisasi.

Bab 15–17

MEV (Maximal Extractable Value)

Pengurutan

Nilai yang dapat diambil dengan mengurutkan ulang, menyisipkan, atau menghilangkan transaksi dari sebuah blok atau kumpulan transaksi. Sequencer yang tersentralisasi bisa memiliki ruang cukup besar untuk menangkap atau memengaruhi MEV sebuah rollup.

Bab 15

Forced Inclusion

Pengurutan

Mekanisme yang memungkinkan pengguna “memaksakan” masuknya sebuah transaksi melalui L1 Bitcoin, melewati sequencer yang menyensor. Pada 28 April 2026, fungsi ini masih dalam pengembangan di Bitcoin Hyper.

Bab 21

Canonical Bridge

Bridge

Bridge resmi Bitcoin Hyper untuk memindahkan BTC dari L1 ke rollup dan sebaliknya. Saat peluncuran: kustodian terfederasi atau tersentralisasi, dengan asumsi kepercayaan yang menyertainya. Roadmap merencanakan desentralisasi bertahap yang masih harus diverifikasi.

Bab 31, 34

Forced Exit

Bridge

Mekanisme yang memungkinkan pengguna menarik dananya dari rollup melalui L1 Bitcoin, bahkan ketika sequencer atau bridge tidak bekerja sama. Fungsi keamanan yang pokok, masih dalam pengembangan.

Bab 21

Data Availability (DA)

Ketersediaan data

Jaminan bahwa data seluruh transaksi dapat diakses publik. Tanpa data itu, tidak seorang pun dapat merekonstruksi state rollup. Pada Bitcoin Hyper, solusi finalnya masih dikaji.

Bab 14

State Commitment

Penyelesaian

Representasi terkompresi — umumnya berupa akar Merkle — dari seluruh state rollup pada satu momen. Representasi ini diterbitkan secara berkala ke Bitcoin sebagai penjangkaran; penerbitannya sendiri tidak sama dengan verifikasi state secara menyeluruh.

Bab 11

Merkle Tree

Kriptografi

Struktur data berbentuk pohon, tempat setiap simpul induk merupakan hash dari simpul-simpul anaknya. Struktur ini memungkinkan pembuatan bukti yang efisien — Merkle proof — bahwa sebuah elemen tertentu termasuk dalam suatu himpunan, tanpa mengungkap seluruh himpunannya.

Lampiran A

$HYPER

Tokenomics

Token yang dalam dokumentasi proyek disajikan sebagai token asli Bitcoin Hyper. Total pasokan yang dinyatakan 21 miliar. Menurut dokumentasi yang diterbitkan, token ini akan dipakai untuk pembayaran, keikutsertaan dalam staking, dan — pada tahap berikutnya — untuk tata kelola. Distribusi yang dinyatakan: 25% treasury, 30% pengembangan, 20% pemasaran, 15% imbalan, dan 10% pencatatan bursa.

Bab 30–33

Vesting

Tokenomics

Mekanisme pelepasan token secara bertahap dari waktu ke waktu. Menurut ketentuan presale yang diterbitkan, $HYPER menetapkan vesting tujuh hari.

Bab 33

TGE (Token Generation Event)

Tokenomics

Peristiwa saat sebuah token diterbitkan dan didistribusikan untuk pertama kalinya. Menurut whitepaper, audit keamanan akan rampung sebelum TGE Bitcoin Hyper.

Bab 33

TVL (Total Value Locked)

DeFi

Nilai total aset yang disimpan pada protokol DeFi sebuah jaringan. Indikator ini dipakai untuk menilai tingkat adopsi ekosistem dan kepercayaan terhadapnya.

Lampiran A

AMM (Automated Market Maker)

DeFi

Protokol DeFi yang memakai rumus matematis — umumnya x*y=k — untuk menetapkan nilai tukar, sehingga buku pesanan konvensional tidak lagi diperlukan.

Lampiran A

Oracle

DeFi

Layanan yang membawa data dunia nyata ke blockchain — harga, peristiwa, dan sejenisnya. Layanan ini penting bagi DeFi: kredit, derivatif, dan banyak kontrak lain bergantung pada data harga eksternal yang tepercaya.

Lampiran A

Fraud Proof

Keamanan

Bukti kriptografis yang menunjukkan bahwa sebuah transisi state keliru. Bukti ini dipakai pada Optimistic Rollup untuk menggugat state yang curang di dalam jendela sanggahan.

Bab 19

Security audit

Keamanan

Pemeriksaan kode sumber oleh pakar independen untuk menemukan potensi kerentanan. Pada Bitcoin Hyper, proyek mengumumkan akan menerbitkan audit keamanan sebelum TGE; pada 28 April 2026 tidak ada laporan audit publik atas protokol maupun bridge yang dapat dipastikan.

Bab 34

Finality

Penyelesaian

Titik waktu ketika, menurut aturan dan asumsi sistem, sebuah transaksi dianggap tidak dapat dibatalkan. Dalam arsitektur yang diuraikan untuk Bitcoin Hyper, state commitment akan mengumpulkan konfirmasi di Bitcoin setelah diterbitkan; hal itu, dengan sendirinya, tidak menjamin keabsahan state atau kemungkinan menarik dana.

Bab 13

Lightning Network

Pesaing

Jaringan pembayaran di atas Bitcoin yang berbasis kanal. Dirancang terutama untuk pembayaran cepat dan murah, jaringan ini tidak menyediakan lingkungan kontrak pintar serbaguna yang setara dengan mesin virtual. Beroperasi sejak 2018.

Bab 25–26

Stacks

Pesaing

Jaringan kontrak pintar yang terhubung ke Bitcoin melalui mekanisme PoX (Proof of Transfer). Jaringan ini punya bahasa sendiri, Clarity, dan mencatat data bloknya ke Bitcoin.

Bab 27

Rootstock (RSK)

Pesaing

Sidechain Bitcoin yang kompatibel dengan EVM dan memakai merge-mining. Untuk membayar gas, sidechain ini memakai token RBTC — aset yang dijangkarkan ke BTC. Beroperasi sejak 2018.

Bab 28